Ir.Herva Bahar, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Fauzi Bahar  “Tersandung Truk Sampah”
Terindikasi Korupsi “Adem Ayem”


Lapan6.com-SUMBAR;
          Penyimpangan pengadaan 17 truk sampah merek kutama yang menuai hujatan dari berbagai kalangan, disebabkan mobil tersebut tak layak pakai, akhirnya terbukti. 2 truk sampah dari 17 truk yang ada sekarang kondisinya rusak berat. Tak tanggung-tanggung kendaraan yg sudah rusak berat tersebut sudah mendekam dibengkel selama dua bulan. “Untuk dua truk sampah tersebut memang mengalami rusak berat. Sebab yang rusak mesin dan sekarang tidak bisa dioperasionalkan lagi namun rusaknya dua truk pengangkut tersebut tidak menghambat aktifitas pembuangan sampah sebab bisa diganti dengan truk yang lain,” kata Ervan Bahar.
          Ia juga mengaku, untuk truk yang lain memang sering juga terjadi kerusakan, namun masih bisa dipakai. Meski sering diperbaiki, itu pun masih dalam kondisi yang wajar dan tidak mengalami rusak berat. Tapi Hervan enggan menyebutkan berapa kali terjadi kerusakan dan sudah berapa dana yang tersedot untuk perawatan truk sampah yang bermasalah itu. Diakui Hervan Bahar, produk Kutama yang berasal dari cina itu memang langka pasaran. Namun katanya ketahanan truk sampah yang menuai hujatan tersebut cukup bagus. Buktinya sudah empat tahun berljalan, kendaraan tersebut masih bisa dioperasionalkan. “Melihat kondisi fisik kendaraan sekarang ini, berarti merk Kutama ini masih bisa dipercaya,” kata Hervan.
           Sedangkan, menurut Hervan Bahar rusaknya truk sampah diawal operasionalnya 4 tahun yang lalu, bukanlah disebabkan kendaraan tersebut tak layak digunakan untuk pembuangan sampah. Tapi, rusaknya truk tersebut, disebabkan cara pemakaiannya berbeda dengan truk lain. Artinya, sopir yang membawa truk tersebut merasa kagok dengan produk Kutama ini, sehingga menjalankan truk tersebut tak seperti biasanya. Alhasil, mengakibatkan truk tersebut menjadi rusak. Hervan Bahar menampik truk sampah ini banyak dimanfaatkan oleh pegawainya untuk kegiatan luar dan mencari sampingan. Sebab truk sampah tersebut diserahkan dan dikelola langsung oleh Camat.” Jadi beroperasinya truk tersebut menjadi tanggung jawab Camat dan kalau ada yang menyalahgunakan Camat harus bertanggung jawab,” ulasnya.
        Sedangkan jika terbukti ada beberapa sopir yang menyalahgunakan beroperasinya truk sampah untuk kegiatan lain, ia akan langsung memecatnya. Sebab truk sampah tersebut hanya digunakan untuk pembuangan sampah bukan untuk kegiatan yang lainnya,”percayalah barang siapa yang bermain dengan truk sampah ini akan langsung dipecat,”janjinya . Anehnya Hervan Bahar malah mengatakan meski kendaraan tersebut dioperasionalkan oleh Camat, Namun untuk kerusakan tetap menjadi tanggung jawab  Dinas Kebersihan dan Pertamanan.”Camat hanya menjalankan, sedangkan tanggung jawab kerusakan tetap pada kita. Dan itu diambil dari dana pemeliharaan yang telah dianggarkan,” katanya mengakhiri.

H. Maidetal Hari Mahesa, S.Sos, Anggota DPRD Kota Padang
“Dia” Tak Pernah Tersentuh Hukum
         Rusak beratnya dua truk sampah dan sudah dua bulan tidak diperbaiki sudah diduga sebelumnya oleh H. Maidestal Hari Mahesa. Apalagi dari awal pengadaan truk sampah ini sudah bermasalah. Buktinya baru sebulan beroperasi truk sampah tersebut sudah mangkir dibengkel. Penyebabnya  kata Mahesa, truk merk Kutama tidak jelas dimana produknya. Disamping produk yang tidak jelas harganya juga selangit. Wajar, saja melihat pengadaan truk sampah yang selangit itu, diduga adanya penyimpangan anggaran pengadaan truk sampah sebanyak 17 unit yang seharusnya 11 unit.
       “Meski, kasus penyimpangan pengadaan truk ini sudah lama berlalu dan mengendap begitu saja. Tapi, melihat kenyataan yang terjadi sekarang ini, banyak truk sampah yang tidak beroperasi, bahkan adatruk sampah yang rusak berat dan tak diperbaiki membuktikan pengadaan tersebut, terindikasi adanya penyimpangan. Selayaknyalah pihak aparat penegak hukum untuk megusut kembali kasus ini,” katanya. Mahesa menambahkan, bahwa pengadaan truk sampah ini terjadi pemborosan anggaran, sebab tak bermanfaat sama sekali. Apalagi, truk tersebut tak beroperasional disebabkan rusak berat. Makanya, kata Mahesa, ada indikasi penyimpangan anggaran terhadap kasus pengadaan truk ini.
       Diakui mahesa, truk sampah dengan merk Kutama  yang ada dipasaran ini, harganya sangat selangit. Padahal, dengan pagudana lebih kurang Rp.1,5 M itu,masih banyak truklainnya yang mutu lebih bagus dan bisa dipercaya. Saya pernah menanyakan harga truk sampah merk Kutama ini. harga pabrik truk sampah Kutama berkisar Rp.60 Juta dan harga pasaran Rp.80 Juta,” katanya. Dan yang disesali oleh Mahesa alasan Pemko Padang memakai produk Kutama ini, disebabkan ukurannya yg kecil dan bisa masuk gang, hanya alasan belaka. Buktinya sampai saat ini tak satupun truk tersebut masuk gang, bahkan ukurannya juga terlalu besar,” Ini hanya alasan untuk melakukan menyimpangan” tukasnya.
         Makanya, Mahesa mengharapkan penyimpangan yang terjadi dalam pengadaan truk sampah ini bisa diusut kembali. Ini wajar saja dilakukan, sebab sudah membuktikan adanya permainan pengadaan truk ini, baik proses lelangnya yang dilakukan penunjukan langsung maupun pengadaan barang yang tak sesuai spesifikasi.”Banyak kok, kasus lama yang diungkit kembali oleh pihak kejaksaan,”pungkasnya. Tim







Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas